Monday, November 27, 2006

Sang Arsitek

Yang pasti badannya tidak terlalu tinggi. Berjalan pendek-pendek dan pasti. Menebarkan senyum keriangan di setiap lambaian tubuhnya. Tas ransel dipadu dengan tabung gambar. Jeans belel dipadu dengan kaus putih yang santai. Rambutnya ikal panjang hanya diikat dengan sebuah tali rambut merah muda. Dan tak ketinggalan kaca mata yang berpadu manis dengan lesung pipinya.

Aku selalu menganggapnya sebagai salah satu anak teknik yang layak mendapat sebutan engineer sejati. Mungkin sama-sama menghasilkan konsep. Tapi yang ia hasilkan adalah benda konkret. Sebuah bangunan indah atau sekedar harmoni tiang-tiang pancang, sanggup ia torehkan dengan jemari kecilnya. Sedangkan aku. Yah aku rasa aku cukup bangga dengan konsep yang kadang tak teraktualisasi di lapangan. Aku rasa kami banyak berbeda meski tak sedikit juga kesamaan yang kami miliki.

Bagiku sebuah tangga adalah produk yang harus dikritisi. Hingga tangga harus sebisa mungkin tidak membuat letih penggunanya. Baginya tangga adalah sebuah karya seni. Tiap anak tangga yang menyusunnya bagaikan sebuah deretan nada yang menciptakan komposisi yang elok. Kami sering berdebat tentang hal itu. Bukan pertikaian yang sengit memang. Tapi perdebatan yang indah. Dan aku merindukan perdebatan itu.

Aku berjalan di sampingnya. Sebuah lembayung senja menaungi kami. Kami berbicara dalam diam. Lebih tepatnya aku yang lebih banyak membisu. Satu kata yang akan terus tercatat di otakku hingga kini.
"Aku akan membuatkan sebuah rumah untukmu".
Dan ia benar-benar membuatkan sebuah rumah untukku.

Bagaimanapun juga, aku tak akan mampu menatapnya lagi. Bagiku hanya ada masa lalu dengannya dan masa depan dengan semua bangunan yang menaungiku kini. Hingga kini aku tak tahu banyak tentang arsitektur, tentang minatnya. Yang aku tahu hanya aku menyukainya dan arsitekturnya. Tak lebih dari itu. Aku hanya tahu bahwa atap yang ada di atas kepalaku sekarang adalah atap terindah yang pernah ia buat. Dan khusus untukku. Dan jendela yang ada di sampingku adalah jendela tercantik yang ia gambar sendiri sebelum memesankannya khusus ke tukang kayu. Jendela inilah yang mengantarkan cahaya matari ke atas tiap lembar-lembar kertas. Lembar-lembar kertas dimana aku menuliskan kisahku , kisah bangunan ini. Dan kisah sang arsitek.

16 comments:

Anonymous said...

Arsitek?
Tidak terlalu tinggi?
Rambut ikal dan kaca mata?

Kenapa semua ini seakan-akan memang disajikan untuk menggambarkan secara nyata siapa sang Arsitek? Apa memang begitu? hehe...

Ah, mungkin aku hanya terlalu terimajinasi oleh cerita-cerita Trio Detektif...

Aulia said...

Silahkan berinterpretasi huehehe. Emang ada ya yang kayak 'Sang Arsitek'?

Adit-bram said...

an....arsiteeeekkk???

hwa hahahaha....

aku jadi inget waktu masih muda dulu , tingkat 1 akhir kira - kira atau libur menjelang smester 2 ya??

ketemu ente dengan sang arsitek di angkot sadang serang caringin....

ia nya yang kamu tulis di sini??

hehehehe.........

Anonymous said...

kenapa sang arsitek ga pernah digambarin as a girl ya?
apa cewek emang kurang meyakinkan buat jadi arsitek?

kho_048 said...

bos gue cewe..
arsitek hebat..
jadi arsitek enak lho...

yudihendrawanto said...

arsitek cewe biasanya dapet nilai dari kasihan dosen, he....he....
waktu kuliah hebat....

begitu keluar ada proyek, eh takut desain, takut roboh lah....., takut ngak bisa dibangunlah......, takut cicela.......,

ini curhat dari sang arsitek cewe ketika dapat tugas desain gedung 5lt.

Allen David said...

Hmm...arsitek cewe...sekarang ini lebih banyak arsitek cew drpada cow loch...waktu gw kul aja 60% cew n cow cma 40%...tapi y itu paz kerjanya kebanyakan yg cew klo g jd IRT ya kerja di bidang lain..hehe

(visit my blog:http://allenmambu.blogspot.com/)

mamet7tea said...

kunjungi blog arsitek aku yah :)

animetric said...

lam kenal
saya cew..arsitek..pernah menzalimi anggota cow untuk bergadang ngerjain tugas..
but tetep..butuh saran dan masukannya,
mampir ke blog ku ya

http://www.animetrics.blogspot.com

ditunggu komentarnya...thank you

KREASI - BERLIMA said...

hehe... jadi inget masa2 kuliah gw....

rambut ikal, panjang, diikat, kacamata, jalan pendek2... tapi gak ada keriangan.... hihi..
yang ada gambar gw banyak dicorat coret ama dosen.....hwaa.hwaaaa.hwaa...

rosa zulfikhar said...

Arsitekis is the best

soendoro said...

Never ending architect creativity

Aulia said...

Terima kasih atas koment2nya.

Saya menghargai arsitek sebagai sebuah profesi. Perumahan2 baru yang tumbuh menjamur belakangan ini pasti sedikit banyak melibatkan arsitek atau perancang tho. Tapi hasil karya arsitek tsb akan bisa dinikmati oleh lebih banyak orang seandainya bunga KPR tak setinggi sekarang ini :D

jasadesainrumah said...

nice useful info. visit my site http://jasadesainrumah.com/

jambidjambi said...

arsitek adalah teman kerja desain interior...
mampir gan..
http://jambidjambi.blogspot.com/

FEBY said...

arsitek? wah udh jadi santapan bagi pendengaran sehari2 n melakoni'a
silahkan mampir di blog q y:

http://blog.unand.ac.id/lompatkodok/